Powered by Blogger.
RSS

Dear You

My Lord,
As I walked on this path
People come and go
I see myself on their faces
Cause they’ve easily made me think like
The way they think
About things in life
When they say: this is the true ones
I follow ‘em
When they say: you wrong!
I’m in pain
Feel like I’m dumb
When they say: it’s not enough
I become angry to You
For giving me such a poor fate
When they think I’m no longer useful
They throw me away to the street
And I become so mess,
That I just want to end this life


But Lord,
As time pass through
As ordeals, pain, disasters, and crisis come and go
I’ve made a mental note
I’m all living in this world
Aimed to worship You
I have so many plans and ways
And life choices
Towards You
I believe,
Nothing in this world will last forever
Every trouble, can be overcome
Why should I feel unsatisfied?
When Your love is palpably clear to feel
When Your promise makes my life joyful and hopeful
When You promise me that I’ll deserve a jaunty future,
If I do things which You said are good
And when You promise that You will not stop
To forgive me, for every mistake I do
I should be thankful of it all

And now, my Lord,
I will surely be confident
To solve any kind of problem
And face others that follow
I want to make crucial decisions in my life
With fresh mind based on strong belief in You
Which are not easy influenced
So that in every situation, I’ll be alright
I wanna abandon myself with this powerful soul
Fly away to the clouds
I want to show me up to You
Maybe I’m still a zero, but someday I’ll become a hero
I’ll reborn myself
I wanna be tough
I’ll become someone who is not just “someone”
I’ll be a star
Shines Your world
And shares pure love
Till the peak of my time

My Lord,
I want to meet You in serenity
In the time when Your angels come to me
They friendly ask me to go home with smile
To see the most beautiful face in this whole amazing universe
Where that is Yours
And to enjoy the never ending happiness
Of the moments with You
While in the same time,
I’m leaving memorable love
Deep inside the hearts of people
Whom I share my joy and pain of life with....

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Lebaran Sehat

     Lebaran tiba! Saatnya silaturahmi dan sungkeman ke keluarga besar, sanak family dan teman-teman. Sambil silaturahmi, biasanya kita disuguhi beraneka macam hidangan. Yah namanya juga dalam suasana perayaan, masakan yang mengandung lemak dan kolesterol dengan rasa pedas aduhai, cemilan-cemilan manis yang mengandung banyak gula, juga minuman bersoda menjadi berlimpah menggoda iman hehe... Sayangnya, jika kita menuruti saja keinginan dendam (setelah melewati waktu sebulan berpuasa) maka pola makan bisa jadi tak terkendali, sehingga akan berpengaruh buruk pada tubuh kita. Ujung-ujungnya, mulai berdatanganlah penyakit2 seperti perut mulas, diare, tekanan gula darah menjadi tinggi dan yang paling mengerikan adalah..................kenaikan berat badan!!! :P

     Nah untuk mengembalikan kepada pola makan yang normal seperti semula, dibutuhkan niat yang kuat, jangan mudah tergoda untuk selalu makan hidangan atau ngemil kue lebaran. Untungnya saya punya pasangan yang punya prinsip yang sama mengenai pola hidup sehat, yang selalu mengingatkan agar lebih mementingkan kesehatan daripada menuruti keinginan hati yang tidak baik bagi kesehatan tubuh. (#lol, #ngimpi.mode-on)




     Afdholnya, setelah 1-2 hari menerima tawaran tak terelakkan yang membuat si perut bergembira ria, esoknya kita melaksanakan sunnah Nabi saw yaitu Puasa Syawal selama 6 hari. Sehingga kebiasaan puasa Ramadhan tidak bablas hilang begitu saja. Selanjutnya konsumsilah makanan sehat yang mengandung karbohidrat 50 persen seperti nasi beras merah, roti atau kentang, protein 20 persen seperti lauk hewani dan nabati, ditambah sayuran dan buah. Kalau tidak suka nasi merah, nasi putih tidak apa-apa.

     Lebih baik mengkonsumsi makanan dengan porsi kecil tetapi sering, daripada makan sekaligus dengan porsi banyak. Lalu satu hal yang tidak boleh dilupakan, berolahraga secara teratur minimal 30 menit sehari, mungkin kebiasaan ini kadang menjadi terlupakan atau terhenti sama sekali selama menjalankan puasa, maka setelah ibadah puasa selesai kita aktifkan lagi kegiatan rutin berolahraga tersebut. Bagi yang merasa sulit untuk meluangkan waktu atau kesulitan dalam "mendirikan niat", maka cukup berolahraga dengan jalan cepat atau jalan seperti biasa saja, yang penting bisa membakar kalori dalam tubuh. Dengan rutin melakukan ini, maka tubuh akan tetap sehat, terhindar dari penyakit dan pastinya berat badan tidak akan bertambah drastis pasca lebaran hohoho...

     Selamat menjalankan!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Selamat Idul Fitri 1433 H


     Allaahu akbar...Allaahu akbar...Allaahu akbar. Laa ilaaha illallahu Allaahu akbar... Allaahu akbar, walillahil hamd... Takbir berkumandang bersahut-sahutan dimana-mana, menandakan Ramadhan yang kita jalani telah genap sebulan. Walau tak rela bulan yang suci dan mulia lagi di agungkan itu pergi, namun akhirnya ia tetap harus pergi. Semoga apa yang telah dilakukan selama Ramadhan dapat terus kita lakukan dan tingkatkan di bulan-bulan berikutnya, karena itulah yang Allah swt harapkan, hasil dari latihan yang kita jalani selama Ramadhan, berbuah pada bulan-bulan setelahnya, amiin Insya Allah.

    


Selembut apapun angin berhembus pasti pernah menebarkan debu
Seputih apapun baju tak ada yang tanpa noda
Sebaik apapun manusia pasti pernah khilaf dan melakukan kesalahan
Jangan terputus silaturahmi
Karena sepatah kata yang terucap tanpa sengaja
atau perbuatan yang tidak terencana

     Tiada yang seindah ketika hati tersucikan
     Bersih tanpa noda kebencian
     Yang terbasuh oleh ramadhan
     Dan kemurnian hati untuk saling memaafkan
     Selamat Idul Fitri 1433 H

Minal Aidin wal Faizin
Mohon Maaf Lahir Batin ^_^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Mobil Pribadi, Ooh... Mobil Pribadi

     Karena ada beberapa keperluan, si moms mengajak saya belanja ke Tanah Abang. Sebenarnya malas sih, coz lagi musim panas, perjalanan juga jauh dan karena liburan pasti bakalan ramai. Tapi yasudlah akhirnya kita berangkat juga, dengan kopaja keliling kota wkwk.
     Tapi beberapa ratus meter dari tempat bertolak, ada sedikit kejadian yang tak mengenakkan body. Jalanan macet, cet, cet dan si sopir tiba-tiba menabrak pembatas jalan bus way, itu tuh batas yang menghalangi antara jalan biasa sama jalur yang khusus bus way. Lalu berjalanlah kopaja kita melenggang di dalam jalur busway. Pantesan tadi kaya'nya kondektur sama sopir kaya ngasih aba-aba ke penumpang, yang sudah terbiasa sih mungkin ngga akan kaget yah. Tapi tetep aja ada rasa khawatir kalau-kalau nanti ketabrak sama transjakarta gimenong? Yang salah kan kopajanya kenapa masuk2 lahan orang, mengganggu jalan orang? Sempet dongkol aja sama sopirnya, tapi begitu saya lihat sebelah kiri saya, mobil pribadi... mobil pribadi... mobil, weeew... sepanjang jalan yang macet itu isinya mobil pribadi semuah! Yah, ngga bisa salahin sopir2 angkot kalaw gini caranya mah. Kalau mereka harus tetap dalam antrian, menunggu dengan setia di belakang, bisa kelar berapa jam? Bisa-bisa sehari ngga kekejar setorannya, trus anak di rumah makan apa? 

     Setelah bolak-balik jalur biasa-jalur bus way, mengguncang penumpang yang ada didalamnya, akhirnya kopaja ini masuk lagi dalam antrian kemacetan yang tidak begitu panjang. Was-was aja lah tadi bawaannya tapi akhirnya kembali pada jalan yang benar juga. Setelah agak lama berada dalam antrian, akhirnya jalanan jadi lumayan lancar, cuma ketika saya melirik sebelah kanan saya, hell yah... di belakang transjakarta berderet mobil2 pribadi, ikutan masuk ke jalur terlarang!!! What...the...!!?  Dalam hati udah berkomat-kamit aja, "Ya Allah semoga diri kami terhindar dari dosa besar sosial seperti yang mereka lakukan, semoga hati kami terhindar dari keinginan yang menimbulkan kutukan karena menyengsarakan banyak orang, semoga pikiran kami terbebas dari ketamakan yang menimbulkan banyak mudharat (yang para pemilik mobil pribadi pun pasti sudah tahu dan sangat mengerti, tapi "selama enak di gue, why not?").

Amin.


Salam,
-selamanya angkoters-

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Review : Momoyama Riri

     Ternyata baru bisa review sekarang, padahal janjinya seminggu, mian hae~... Langsung aja yah check it out! Momoyama Riri adalah satu tokoh dalam dorama yang berjudul Anna san No Omame. Di dalam dorama ini diceritakan seseorang bernama Anna yang baik hati, ramah, pintar, kalem sangadh daaan point pentingnya adalah cantik bak bidadari, pokoknya tipikal gadis yang jadi impian semua laki-laki. Tapi di dorama ini dia bukan pemeran utamanya, yang jadi tokoh utama disini adalah....temannya.

Momoyama Riri

     Berbanding terbalik dengan Anna, si Riri/Lily ini orangnya superrr heboooh, dimulai dari dandanannya, cara bicaranya and tingkah lakunya. Mungkin semua berasal karena dia adalah anak dari keluarga kaya raya, putri satu-satunya yang sangat dimanja oleh orang tua dan kakak laki-lakinya. Tapi yang jadi masalah utama disini adalah rasa ke-PeDe-an and ke-Ge-Er-annya yang sangat tinggi, dia merasa seakan-akan semua orang tertarik padanya, suka atau nge-fans sama dia. Meskipun bikin sebel setengah mati, tapi jadi kocak juga ngeliatnya. Liat aja nih tampangnya :

eeeh? aa..ta..shii..??

     Kalau diliat-liat si Riri ini sifatnya sangat mirip dengan Sharpay Evans. Pecinta film musikal produksi Disney, "High School Musical" pasti hafal banget sama tokoh satu ini. Segala-galanya bisa hancur berantakan karena ketamakan dan keegoisannya. Apapun akan dilakukan agar semuanya menjadi miliknya meskipun harus mengkhianati adik kembarnya sendiri, Ryan Evans, dan semua yang ada disekelilingnya harus serba khusus, fabulous and marvelous. Meskipun mirip sifatnya tapi Riri ngga sejahat Sharpay, sebenarnya hatinya baik dan masalah yang rumit ngga akan muncul kalau saja sifat 'serasa', over PD and GR, selalu salah paham-nya ilang. (tapi nanti doramanya bakal ngga kocak kali yach hhe). Yang ngga nyangkanya, tokoh super duper menyebalkan ini diperankan sama Becky, sama sekali ngga nyangka deh, Becky bisa jadi 'ancur' kaya gini wkwk... Jago and total banget meraninnya, sama sekali ngga ada bayang2 Becky-nya.

Sharpay Evans


     Buat yang penasaran, bisa langsung dilihat doramanya di situs2 streaming. Sedikit info nih (spoiler), jangan mengharapkan ending yang terlalu luar biasa. Sama seperti kebanyakan dorama Jepang lainnya. Tipikal ending-nya bukan and ngga akan pernah seperti yang kita harap-harapkan. Ngga akan ada ending seperti Full House, bahagia pada akhirnya dan titik, berhenti sampai situ. Seperti film "Boku To Star No 99 Nichi", yang main memang ada artis Koreanya, Kim Tae Hee dan Ok Taec Yeon (2PM), tapi karena yang bikin orang Jepang, ending-nya pun menjadi kejepangan. Mungkin kalau orang Koreanya yang bikin, dorama itu akan berakhir di episode sebelumnya, mereka jadi menikah dan mungkin akan bahagia selamanya. 

 Tapi ini dorama Jepang, yang ending-nya mereka akhirnya berpisah dan terus berusaha menggapai mimpinya masing-masing, dan ketika ada waktu libur barulah mereka bertemu. Di film inipun padahal akhirnya ada yang benar2 tulus mencintai dan menerima Riri apa adanya, bahkan melamarnya. Tapi...

     Yah, satu hal yang jadi pelajaran buat kita juga. Bahagia (untuk diri sendiri) bukanlah merupakan akhir. Ada kewajiban menjalankan dan mewujudkan apa yang menjadi impian dan tujuan hidup kita. Karena, hidup akan terus dan terus berjalan sampai waktu yang menentukan...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Tomato + Pepino = ???

     Tadi malam, abis ngobrol ngalor ngidul seperti biasa, si moms tiba-tiba bilang minta dibikinin jus tomat, pake tomat sayur yang ada di kulkas. Pas liat kulkul ternyata ada buah asing gitu mojok berdua. Well, mungkin kalau diliat dari bentuknya sih ngga asing-asing amat secara masih satu keluarga sama terong. Namanya Pepino (si sayah denger namanya aja baru pertama kali #katro mode-on). Kemarin pas mom touring ke bandung -di traktir jalan2 sama kepala sekolah katanya- dibawakanlah oleh-oleh khas sana, salah satunya buah pepino ini. Warna mirip banget sama terong, tapi bentuk agak bengkok-bengkok dan lebih gendut. Tekstur buah 11-12 sama melon, tapi rasanya ngga begitu manis, sedikit hambar tapi sedikit asam (silakan dibayangkan deh xixi, saya sendiri juga binungz).
     Karena rasa yang ngga begitu menarik inilah, maka si pepino ini jarang ada yang makan, nowel pun tidak. Saya pikir daripada sayang kalau dibiarkan bisa keburu busuk, mending di campur aja sama jus tomat pesanan mamah. And hasilnya… jreng jeng jeeeng… Hmm rasanya dahsyat mameeen! Walaupun pake air biasa (bukan es) tapi karena buahnya udah lama di kulkul jadi berasa seger2 nyess di tenggorokan, dan diantara rasa tomat yang pekat ada rasa seger tersendiri (yang agak membingungkan xixi). Tips yang always itsumo selalu dilontarkan sama bapake kalaw ada yang bikin jus => "gulanya dikit aja, jangan banyak-banyak!" emang manjur banget, selain karena kalau kebanyakan bisa nambah2in kalori, kalau terlalu manis bisa bikin eneg, dan acara minum jus-nya hanya sampai situ aja (pas rasa eneg datang), kalau gulanya sedikit, rasa asli buahnya muncul (ngga ketutupan sama manis gula), jadi bikin nagih lagi dan lagi... 


      Buat yang tidak tertarik sama makanan kecuali kalau tau info2 tentang khasiat makanannya, atau untuk kamu-kamu yang jadi suka makan makanan tsb begitu tau manfaatnya (seperti saya), berikut ini saya share hasil searching dari berbagai sumber.

Manfaat Tomat : 1. Antioksidan (vitamin A dan C), 2. Mata Sehat, 3. Mencegah Kanker, 4. Menguatkan Jantung, 5. Kulit Cantik, 6. Rambut Sehat, 7. Tulang Kuat dlll.

Manfaat Pepino :  Banyak yang menyebutnya sebagai "buah pemberantas penyakit" karena banyak macam-macam sakit yang bisa dicegah dan disembuhkan dengan memakannya, misalnya : kanker, stroke, hipertensi, diabetes, serta menurunkan kadar kolesterol darah. Selain kaya vitamin dan mineral yang bagus untuk stamina, pepino juga kaya serat dan betakaroten yang baik untuk pencernaan dan kesehatan penglihatan (subhanallaah ^_^).

Jadi, Tomato + Pepino = Super Ultra Incredible Marvelous Combination Fruits

hehee =3

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Another Story of "Ahlan Wa Sahlan"

     Satu lagi sebuah kisah inspiratif yang juga sangat romantis. Sebuah kisah dibalik kata “Ahlan Wa Sahlan”. Silakan dinikmati.

     Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah adalah teman karib semenjak kecil, puteri tersayang Rosulullah. Ali bin Abi Thalib sejak Fatimah masih kanak-kanak sudah memperhatikan sifat dan tingkah lakunya, yaitu pada suatu hari ketika ayahnya (Rosulullah) pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan dengan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah (sang ayah yang Tepercaya) tidak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik (Fatimah) itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah, di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Ali bin Abi Thalib tak tahu apakah rasa itu (selalu memperhatikan sifat dan tingkah laku Fatimah) disebut cinta?. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan bahwa Fathimah dilamar oleh seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

     ”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin Ali bin Abi Thalib. Ia merasa diuji karena merasa, apalah ia dibanding dengan Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti Ali bin Abi Thalib, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan Rasul-Nya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara Ali bin Abi Thalib bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.
Lihatlah juga bagaimana Abu Bakar berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakar; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab. Sedangkan aku (Ali bin Abi Thalib) semasa kanak-kanak kurang pergaulan. Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakar; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud. Siapa budak yang dibebaskan Ali bin Abi Thalib? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah. Ali bin Abi Thalib hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.
”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam Ali bin Abi Thalib. ”Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”. Cinta tak pernah meminta untuk menanti, tapi mengambil kesempatan atau mempersilakannya. Dan cinta itu membutuhkan keberanian atau pengorbanan.

     Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakar ditolak, dan Ali bin Abi Thalib terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri menyambut Fathimah. Tapi, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakar mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut, yaitu Umar bin Khaththab.

     Ya, Al Faruq, sang pembeda antara kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. Umar bin Khaththab memang masuk Islam belakangan, sekitar tiga tahun setelah Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya Umar bin Khaththab dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, Ali bin Abi Thalib mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakar dan Umar bin Khaththab, aku keluar bersama Abu Bakar dan Umar bin Khaththab, aku masuk bersama Abu Bakar dan Umar bin Khaththab..”.  Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasulullah, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana Umar bin Khaththab melakukannya?. Ali bin Abi Thalib menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan Rosulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam, maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.
Umar bin Khaththab  telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’. Umar bin Khaththab adalah lelaki pemberani, sedangkan aku (Ali bin Abi Thalib), sekali lagi sadar. Bila dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah, apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak.  Umar bin Khaththab  jauh lebih layak, dan Ali bin Abi Thalib pun ridha.
Sekali lagi cinta tak pernah meminta untuk menanti. tapi mengambil kesempatan atau mempersilakannya. 

     Dan cinta itu membutuhkan keberanian atau pengorbanan. Maka Ali bin Abi Thalib pun bingung ketika mendengar kabar lamaran Umar bin Khaththab  juga ditolak.
Ingin menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Rosulullah? Yang seperti ’Utsman bin Affan, sang miliyader yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri  Ali bin Abi Thalib. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adzkah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?.

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunannya.
”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Rosulullah.. ”.
 Aku?”, tanyanya tak yakin.
”Ya. Engkau wahai saudaraku!”.
”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”.
Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

     Ali bin Abi Thalib pun menghadap Rosulullah, maka dengan memberanikan diri untuk menyampaikan keinginannya menikahi Fathimah. Ya, menikahi, dengan sadar secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.

     Lamarannya terjawab, ”Ahlan wa sahlan!” . Kata itu meluncur tenang bersama senyum Rosulullah. Dan Ali bin Abi Thalib pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

”Bagaimana jawab Nabi saw kawan?
Bagaimana lamaranmu?”.
”Entahlah..”.
”Apa maksudmu?”.
”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban ?”
”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka.
”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !”.

     Dan ’ Ali bin Abi Thalib  pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.
Ali bin Abi Thalib adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” . Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’ Ali bin Abi Thalib. Ia mempersilakan, atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan,  dan yang kedua adalah keberanian. 

     Ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi (Fathimah) dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda”. Ali bin Abi Thalib terkejut dan berkata, “Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? lalu siapakah pemuda itu?”.
Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah dirimu”. 

     Kemudian Rosulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut.”.

     Selanjutnya, Rasulullah mendoakan keduanya: “Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.” (kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab4).

     Demikian yang dapat disampaikan, semoga dapat mengambil hikmahnya baik dari sisi si laki-laki maupun sisi perempuan dimana Ali bin Abi Thalib dan Fathimah merupakan dua orang hamba yang menghuni syurga. 

Sumber : diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Masak-masak Ala Gongjunim

     Hehee... sebenernya kalau boleh jujur, masak-masak itu ngga ada dalam list hobi saya m(_._)m, kecuali pas masih kecil karena cuma masak-masakan yang notabene just for fun. Kenapa saya ngga suka masak (tapi ngga benci juga ya)? coz, dimulai dari pengolahan bahan masakan aja misalnya, mau masak ikan, harus berjibaku dulu sama sisiknya, bau amisnya dan jeroannya yang harus dikeluarin satu-persatu (maap ya, bahasanya he2). Atau ketika masak udang, minimal harus kena goresan2 karena kulit luar dan kepalanya tajam setajam silet. Pas ngolah bumbu, yang namanya bau bawang itu kalau sudah nempel di kulit bisa seharian ngga bisa ilang, padahal udah dicuci berulang kali pakai sabun, atau ketika masak pakai kunyit, ngga usah ditanya deh kapan warna kuningnya ilang -.-.
      Belum lagi perang kalau masaknya yang digoreng-goreng (hidiiih…) harus pakai tameng alias tutup panci kalau ngga mau kena ciprat n’ kulitnya melepuh, misalnya ayam dan ikan, sebelumnya kan direndam sama campuran air dan bumbu jadi pas digoreng masih basah, dan air sama minyak kalau pas dalam kondisi panas pasti suka meletus2 gtuh (bae weh nya, basa’na ^.^v). Sebenernya bisa sih, kalau pas ngegoreng ditutup aja tuh penggorengan pakai tutup panci, tapi kalau menurut saya hasilnya nanti jadi bakal kaya direbus/diungkep, ngga gurih dan krenyes kaya yang digoreng biasa. Makanya saya kalau goreng lebih baik yang lagi digoreng itu bersentuhan langsung dengan udara.
      Meski bukan hobi dan bukan demi biar jangan dibilang “lho kok cewe ngga bisa masak sih?”, “ngga bisa, atau malees?”, yang namanya cewe (saya) tetaplah harus masak, betul? Biar nanti kalau udah berumah tangga bisa hemat uang bulanan suami (katanya). Karena itulah mumpung lagi ada waktu (berhubung saat ini sedang jobless, coz sedang mencari tempat yang lebih baik) saya akhirnya bisa nge-blog lagi, (#eh?) maksudnya saya jadi ada waktu untuk masak lagi. Kali ini saya mau bagi-bagi resep Sambel Goreng Udang Kentang. Let’s check this out!

Bahan-bahan :
250 gr udang
200 gr kentang, kupas potong dadu, goreng
1 lbr daun salam
1 ruas lengkuas, memarkan
1 sdm minyak goreng

Bumbu dihaluskan:
2 bh bawang putih
6 bh bawang merah
8 bh cabe merah besar, buang biji
1 bh tomat merah
3 btr kemiri goreng
1 sdt garam

      Nah, sebelum diolah lakukan langkah2 di bawah ini :


Gunting sungut/kumis udang dan belah sedikit punggungnya biar bumbu meresap


Beri perasan air jeruk limau


Cara membuatnya:
1. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus, lengkuas dan daun salam hingga harum.
2. Masukkan udang, aduk-aduk hingga udang matang dan berubah warna.
3. Masukkan kentang, aduk rata, beri sedikit air, aduk, biarkan mendidih hingga bumbu meresap.
4. Biarkan masak selama satu menit.
5. Angkat dan Sajikan. 
 
     Nah jadi deh, sebenernya kalau selesai masak-masak gini, belum puas sama masakannya kalau belum dinilai sama “Master Pencicip Rasa”, siapakah dia? Kalau dari penampakannya sih, jauh banget dari yang namanya master. Badan mungil, imuwt, lutchuw, pipi ngegemesin, kalau dia cewe, mungkin bakal jadi petanko yang bakal direbutin sama para otaku (kyaaah…mitainaaaa –dgn gaya ala Momoyama Riri :p– Si riri n’ master bakal saya ceritakan di postingan berikutnya, iljiman gidaeryooo ^.~). Nah, kenapa makhluk imut tadi saya sebut master, karena susah banget masakan2 yang melewati lidahnya bisa dapat predikat ‘enak’. Karena itu, otomatis jadi sebuah prestise kan kalau masakan yang kita buat dinilai enak sama dia fufuu...



Selamat makaan… Sebelum makan, jangan lupa baca doa ^.^d
(baydewey, liat udang yang matanya menghadap kesini, jadi inget sama kaos Himasegag yang bertuliskan "Melong Keneh???" xixixi)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Apa sih alasan kamu membuat blog? (dengan gaya ala iklan silver queen :p)

     Sebuah pertanyaan simple yang akan melahirkan jawaban yang amat bervariasi. Semua orang pasti punya alasan masing-masing mengapa mereka memutuskan untuk membuat sebuah blog. Ada yang sebagai catatan harian alias untuk tempat curhat, ada yang ingin menuangkan ide atau opini dari sebuah peristiwa, ada yang numpang jualan alias sebagai alat bisnis, ada yang mau mengaktualisasikan diri alias eksis, selama bermanfaat dan tidak untuk kejahatan sih sah-sah aja. Eh, kalau niatnya stalking seseorang or pdkt termasuk kejahatan ngga yaa (xixi -nyuu). Kalau bagi saya, lima motivasi besar menulis blog terangkum dalam poin-poin di bawah ini.

Tempat Menyimpan Memori atau Kenangan
Setelah bergalau ria (galau ala anak SMP abis patah hati (´Д), kidding -nyuu) gara-gara blog yang hilang dan tidak bisa mengingat apa saja yang sudah tertulis didalamnya meski sudah berusaha keras untuk mengingatnya, akhirnya saya pun menyadari bahwa sessunggguhhnya (lebay -nyuu) menulis blog itu penting sebagai catatan kehidupan yang sudah kita lewati dalam hidup kita. Karena banyak sekali hal yang terjadi dalam hidup kita, senang sedih silih berganti, ujian dan anugrah pun datang tanpa henti, maka dari itu kita perlu untuk mencari poin penting dan membuat garis bawah terhadap pesan yang terkandung dalam setiap pengalaman. Mungkin kita bisa langsung mendapatkannya, tapi apakah hati dan pikiran kita bisa selalu mengingatnya? Disinilah perlunya kita menuliskan apa yang sudah kita alami ke dalam sebuah tulisan. Karena kalau tidak, pengalaman-pengalaman hidup yang kita alami akan terlewat dan hilang begitu saja.
(seperti yang saya alami ajyaa 'gaya ngomong ala jonish lover bandung' #kyaa natsukashiii v(⌒∇⌒)v)

Tempat Evaluasi
Dari pengalaman-pengalaman yang kita alami pasti ngga semuanya manis, adakalanya hal-hal yang ngga enak, bikin stress, memalukan dll. juga terjadi. Dengan ditulisnya pengalaman tersebut kita bisa loh mendapat inspirasi tentang pemecahannya (untuk hal-hal yang berbau masalah dari luar diri kita), atau kita bisa juga bermuhasabah (intropeksi diri) untuk hal-hal yang ‘hassei gen'in’ atau sumber terjadinya adalah karena kesalahan kita sendiri. So, kedepannya hal-hal yang ngga enak itu tidak akan terjadi lagi (saihatsu atau terulang), ngga mau kan jatuh di lubang yang sama untuk yang kedua kalinya?

Tempat Saling Berbagi
Nih dia yang paling seru, dengan ditulisnya pengalaman kita ini ke dalam blog, berarti kita sudah membagi pengalaman kita pada orang lain, karena biasanya judul yang kita tulis dalam blog akan muncul dalam mesin pencari. Dan kalau orang yang baca sangat baik hati, rajin menabung dan tidak sombong (kidding -nyuu) biasanya akan meninggalkan komentar sekedar terima kasih atau yang baik hatinya plus-plus dia akan bersedia berbagi pengalaman juga lewat komentarnya, semakin banyak share semakin banyak pengalaman yang didapat.

Tempat Menyalurkan Hobi Menulis
Adakah teman-teman disini yang hobi menulis? Kalau ada berarti bloglah tempatnya. Menurut saya menulis bukanlah hal yang menjadi bakat seseorang, menulis butuh proses pembelajaran. Jika memang kita ada ketertarikan untuk menulis, maka kita butuh tempat untuk berlatih dan mengasah kemampuan kita agar terus berkembang dan menjadi lebih baik, syukur-syukur bisa setara dengan level profesional. Jangan salah lho, banyak penulis-penulis keren yang asalnya mereka hanya menulis di blog. Mereka terus berproses dan berkarya sehingga tulisan mereka banyak disukai orang lain, dan harga jual tulisannya pun sangat fantastis.
Nah, karena itu temen-temen, para leluhur blogger alias blogger senior yang sudah sukses berpesan agar isi blog kita jangan hanya copy-paste saja dari blog atau artikel lain karena tulisan kita tidak akan berkembang dan tidak punya ciri khas, itu hanya akan melenyapkan potensi kita, and then ada dan tiadanya blog kita menjadi tidak berarti.

Tempatnya Tantangan
Nah sekarang, adakah dari teman-teman disini yang hobinya membaca? Dengan membaca kita dapat memperluas wawasan kita, banyak hal yang dapat kita pelajari dari sebuah bacaan. Lalu, pernahkah terlintas dalam pikiran teman untuk mencoba membuat bacaan menarik, seru dan inspiratif seperti itu juga? Kalau iya, jangan menundanya! Kebiasaan menunda akan membuat ide-ide yang sedianya ingin kita jadikan sebuah tulisan akan menjadi lenyap pada akhirnya. Sayang kan, padahal mungkin tulisan itu nantinya bisa menjadi inspirasi bagi orang lain, atau menjadi pengingat bagi diri kita sendiri. Namun untuk menulis dibutuhkan usaha ekstra dibandingkan hanya membaca, karena kita harus menuangkan ide yang ada dalam pikiran kita menjadi kata-kata. Dan memang disitulah tantangannya. Cobalah dari menulis hal-hal yang sederhana, banyak salah tidak apa-apa, yang penting adalah ORIGINALITAS, karena itu akan menjadi pondasi tulisanmu. Nah sekarang, berani mencoba tantangan ini???   p^.^9

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments2

Whatsupp with 'Ahlan Bikum'?

     Adakah diantara teman-teman yang tau arti dari Ahlan Bikum? Kira-kira kenapa ya kata ini ada di dalam blog ini dengan posisi paling atas dan dengan size font yang lebih besar dari yang lain? Yupz, karena ini adalah ucapan balasan selamat datang dalam bahasa Arab? Eh, kenapa balasan? Kenapa ngga ucapan selamat datangnya aja?


     Dalam bahasa Arab, ucapan selamat datang adalah Ahlan Wa Sahlan, terdiri dari tiga kata. Kata benda  ‘Ahlan’ dari kata ‘ahlun’ artinya keluarga, kata konjungsi  ‘wa’ artinya dan, lalu satu buah kata sifat ‘Sahlan’ dari kata ‘sahlun’ yang bermakna 'mudah'.  Secara umum kata ini digunakan untuk mengungkapkan 'welcome' atau selamat datang. Sebagai pengungkapan : “anda diterima di antara keluarga kami” atau secara simplenya “anggaplah di rumah sendiri”.

     Lanjut lagi tentang “ahlan bikum”, kata ini digunakan sebagai jawaban dari kalimat “ahlan wa sahlan” tsb., karena itu bisa diartikan menjadi 'terima kasih, anda pun juga seperti keluarga bagi kami'. Nah alasan ditulisnya di blog ini yaitu karena ini adalah sebuah pengharapan besar (dari penulis pribadi) jika nanti suatu ketika Rosul saw, sahabat2, malaikat2 dan para pendahulu mengucapkan 'Ahlan wa Sahlan', kita dan orang2 yang kita sayangi menjadi salah satu dari mereka yang mengucapkan 'Ahlan bikum'...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Pindahaan... お引越ししました!

Assalamu'alaikuum...
Met  malam semua.

     Sepertinya saya harus memulai dari awal lagi nih, berhubung sebenarnya sudah pernah punya blog namun blog tersebut sudah dihapus, addres blognya http://nandemonai.blog.friendster.com, mulai dibuat tahun 2008 -memang sih bukan daily blog yang setiap hari or tiap minggu selalu ada post'an baru, tapi ada banyak hal tentang kehidupan (taelaah) yang sudah tertulis disana-. Blog tersebut dihapus dikarenakan Friendster sudah berubah format menjadi website game. Yah namanya juga haratisan, mau diapakan sama pemiliknya kita cuma bisa pasrah aja… 

     Dan alhasil tulisan-tulisan saya waktu itu menjadi lenyap tak berbekas, kenapa? Karena saya sendiri hanya ingat sepersekiannya saja! Ohh mai gaadh!!  #baru sadar kemampuan memori sendiri ya? huhuu TwT

     And I can't let this getting worse.

     Memori-memori yang sudah hilang mau tak mau diikhlaskan saja, mulai sekarang dengan pindahnya ke blogspot ini (yang mudah-mudahan tidak akan dihapus lagi)  mungkin saya harus lebih banyak berbagi cerita or pengalaman (alias lebih banyak nge-post). Sekedar info, nandemonai itu artinya ‘bukan apa-apa’, ‘nothing’ a.k.a ‘Ngga Penting’, tapi ternyata ketika si nandemonai sudah tiada baru sadar deh seberapa pentingnya dia hehe. Sebenarnya pada saat kepopuleran Friendster sudah mulai meredup saya ada feeling untuk segera menge-save, tapi berhubung PPL (praktek lapangan), nyusun skripsi, hingga mulai memasuki dunia kerja, jujur saja saya sudah malas meluangkan waktu untuk menulis atau hanya sekedar blogwalking and ngasi-ngasi comment walhasil baru pada saat-saat ini saya mengetahui kalau blog saya telah hilang. (…menatap langit sambil dengan wajah beleleran air mata kegalauan… eh, kesedihan, eh kebahagiaan, eh kebalikan? makin ngaco kalo diteruskan).

     Oke, opening and flashback-nya cukup sampai disini dulu.
Monggo dilihat-lihat isi blognya, kalau ada masukan dan krikitiiw #eh? maksudnya kritikan boleh dilayangkan lewat komen, karena saya sadar one hundred and thirty twelve percent kalau  tulisan saya masih banyak kekurangannya...  (^.^)v

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0