Powered by Blogger.
RSS

Masak-masak Ala Gongjunim

     Hehee... sebenernya kalau boleh jujur, masak-masak itu ngga ada dalam list hobi saya m(_._)m, kecuali pas masih kecil karena cuma masak-masakan yang notabene just for fun. Kenapa saya ngga suka masak (tapi ngga benci juga ya)? coz, dimulai dari pengolahan bahan masakan aja misalnya, mau masak ikan, harus berjibaku dulu sama sisiknya, bau amisnya dan jeroannya yang harus dikeluarin satu-persatu (maap ya, bahasanya he2). Atau ketika masak udang, minimal harus kena goresan2 karena kulit luar dan kepalanya tajam setajam silet. Pas ngolah bumbu, yang namanya bau bawang itu kalau sudah nempel di kulit bisa seharian ngga bisa ilang, padahal udah dicuci berulang kali pakai sabun, atau ketika masak pakai kunyit, ngga usah ditanya deh kapan warna kuningnya ilang -.-.
      Belum lagi perang kalau masaknya yang digoreng-goreng (hidiiih…) harus pakai tameng alias tutup panci kalau ngga mau kena ciprat n’ kulitnya melepuh, misalnya ayam dan ikan, sebelumnya kan direndam sama campuran air dan bumbu jadi pas digoreng masih basah, dan air sama minyak kalau pas dalam kondisi panas pasti suka meletus2 gtuh (bae weh nya, basa’na ^.^v). Sebenernya bisa sih, kalau pas ngegoreng ditutup aja tuh penggorengan pakai tutup panci, tapi kalau menurut saya hasilnya nanti jadi bakal kaya direbus/diungkep, ngga gurih dan krenyes kaya yang digoreng biasa. Makanya saya kalau goreng lebih baik yang lagi digoreng itu bersentuhan langsung dengan udara.
      Meski bukan hobi dan bukan demi biar jangan dibilang “lho kok cewe ngga bisa masak sih?”, “ngga bisa, atau malees?”, yang namanya cewe (saya) tetaplah harus masak, betul? Biar nanti kalau udah berumah tangga bisa hemat uang bulanan suami (katanya). Karena itulah mumpung lagi ada waktu (berhubung saat ini sedang jobless, coz sedang mencari tempat yang lebih baik) saya akhirnya bisa nge-blog lagi, (#eh?) maksudnya saya jadi ada waktu untuk masak lagi. Kali ini saya mau bagi-bagi resep Sambel Goreng Udang Kentang. Let’s check this out!

Bahan-bahan :
250 gr udang
200 gr kentang, kupas potong dadu, goreng
1 lbr daun salam
1 ruas lengkuas, memarkan
1 sdm minyak goreng

Bumbu dihaluskan:
2 bh bawang putih
6 bh bawang merah
8 bh cabe merah besar, buang biji
1 bh tomat merah
3 btr kemiri goreng
1 sdt garam

      Nah, sebelum diolah lakukan langkah2 di bawah ini :


Gunting sungut/kumis udang dan belah sedikit punggungnya biar bumbu meresap


Beri perasan air jeruk limau


Cara membuatnya:
1. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus, lengkuas dan daun salam hingga harum.
2. Masukkan udang, aduk-aduk hingga udang matang dan berubah warna.
3. Masukkan kentang, aduk rata, beri sedikit air, aduk, biarkan mendidih hingga bumbu meresap.
4. Biarkan masak selama satu menit.
5. Angkat dan Sajikan. 
 
     Nah jadi deh, sebenernya kalau selesai masak-masak gini, belum puas sama masakannya kalau belum dinilai sama “Master Pencicip Rasa”, siapakah dia? Kalau dari penampakannya sih, jauh banget dari yang namanya master. Badan mungil, imuwt, lutchuw, pipi ngegemesin, kalau dia cewe, mungkin bakal jadi petanko yang bakal direbutin sama para otaku (kyaaah…mitainaaaa –dgn gaya ala Momoyama Riri :p– Si riri n’ master bakal saya ceritakan di postingan berikutnya, iljiman gidaeryooo ^.~). Nah, kenapa makhluk imut tadi saya sebut master, karena susah banget masakan2 yang melewati lidahnya bisa dapat predikat ‘enak’. Karena itu, otomatis jadi sebuah prestise kan kalau masakan yang kita buat dinilai enak sama dia fufuu...



Selamat makaan… Sebelum makan, jangan lupa baca doa ^.^d
(baydewey, liat udang yang matanya menghadap kesini, jadi inget sama kaos Himasegag yang bertuliskan "Melong Keneh???" xixixi)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Apa sih alasan kamu membuat blog? (dengan gaya ala iklan silver queen :p)

     Sebuah pertanyaan simple yang akan melahirkan jawaban yang amat bervariasi. Semua orang pasti punya alasan masing-masing mengapa mereka memutuskan untuk membuat sebuah blog. Ada yang sebagai catatan harian alias untuk tempat curhat, ada yang ingin menuangkan ide atau opini dari sebuah peristiwa, ada yang numpang jualan alias sebagai alat bisnis, ada yang mau mengaktualisasikan diri alias eksis, selama bermanfaat dan tidak untuk kejahatan sih sah-sah aja. Eh, kalau niatnya stalking seseorang or pdkt termasuk kejahatan ngga yaa (xixi -nyuu). Kalau bagi saya, lima motivasi besar menulis blog terangkum dalam poin-poin di bawah ini.

Tempat Menyimpan Memori atau Kenangan
Setelah bergalau ria (galau ala anak SMP abis patah hati (´Д), kidding -nyuu) gara-gara blog yang hilang dan tidak bisa mengingat apa saja yang sudah tertulis didalamnya meski sudah berusaha keras untuk mengingatnya, akhirnya saya pun menyadari bahwa sessunggguhhnya (lebay -nyuu) menulis blog itu penting sebagai catatan kehidupan yang sudah kita lewati dalam hidup kita. Karena banyak sekali hal yang terjadi dalam hidup kita, senang sedih silih berganti, ujian dan anugrah pun datang tanpa henti, maka dari itu kita perlu untuk mencari poin penting dan membuat garis bawah terhadap pesan yang terkandung dalam setiap pengalaman. Mungkin kita bisa langsung mendapatkannya, tapi apakah hati dan pikiran kita bisa selalu mengingatnya? Disinilah perlunya kita menuliskan apa yang sudah kita alami ke dalam sebuah tulisan. Karena kalau tidak, pengalaman-pengalaman hidup yang kita alami akan terlewat dan hilang begitu saja.
(seperti yang saya alami ajyaa 'gaya ngomong ala jonish lover bandung' #kyaa natsukashiii v(⌒∇⌒)v)

Tempat Evaluasi
Dari pengalaman-pengalaman yang kita alami pasti ngga semuanya manis, adakalanya hal-hal yang ngga enak, bikin stress, memalukan dll. juga terjadi. Dengan ditulisnya pengalaman tersebut kita bisa loh mendapat inspirasi tentang pemecahannya (untuk hal-hal yang berbau masalah dari luar diri kita), atau kita bisa juga bermuhasabah (intropeksi diri) untuk hal-hal yang ‘hassei gen'in’ atau sumber terjadinya adalah karena kesalahan kita sendiri. So, kedepannya hal-hal yang ngga enak itu tidak akan terjadi lagi (saihatsu atau terulang), ngga mau kan jatuh di lubang yang sama untuk yang kedua kalinya?

Tempat Saling Berbagi
Nih dia yang paling seru, dengan ditulisnya pengalaman kita ini ke dalam blog, berarti kita sudah membagi pengalaman kita pada orang lain, karena biasanya judul yang kita tulis dalam blog akan muncul dalam mesin pencari. Dan kalau orang yang baca sangat baik hati, rajin menabung dan tidak sombong (kidding -nyuu) biasanya akan meninggalkan komentar sekedar terima kasih atau yang baik hatinya plus-plus dia akan bersedia berbagi pengalaman juga lewat komentarnya, semakin banyak share semakin banyak pengalaman yang didapat.

Tempat Menyalurkan Hobi Menulis
Adakah teman-teman disini yang hobi menulis? Kalau ada berarti bloglah tempatnya. Menurut saya menulis bukanlah hal yang menjadi bakat seseorang, menulis butuh proses pembelajaran. Jika memang kita ada ketertarikan untuk menulis, maka kita butuh tempat untuk berlatih dan mengasah kemampuan kita agar terus berkembang dan menjadi lebih baik, syukur-syukur bisa setara dengan level profesional. Jangan salah lho, banyak penulis-penulis keren yang asalnya mereka hanya menulis di blog. Mereka terus berproses dan berkarya sehingga tulisan mereka banyak disukai orang lain, dan harga jual tulisannya pun sangat fantastis.
Nah, karena itu temen-temen, para leluhur blogger alias blogger senior yang sudah sukses berpesan agar isi blog kita jangan hanya copy-paste saja dari blog atau artikel lain karena tulisan kita tidak akan berkembang dan tidak punya ciri khas, itu hanya akan melenyapkan potensi kita, and then ada dan tiadanya blog kita menjadi tidak berarti.

Tempatnya Tantangan
Nah sekarang, adakah dari teman-teman disini yang hobinya membaca? Dengan membaca kita dapat memperluas wawasan kita, banyak hal yang dapat kita pelajari dari sebuah bacaan. Lalu, pernahkah terlintas dalam pikiran teman untuk mencoba membuat bacaan menarik, seru dan inspiratif seperti itu juga? Kalau iya, jangan menundanya! Kebiasaan menunda akan membuat ide-ide yang sedianya ingin kita jadikan sebuah tulisan akan menjadi lenyap pada akhirnya. Sayang kan, padahal mungkin tulisan itu nantinya bisa menjadi inspirasi bagi orang lain, atau menjadi pengingat bagi diri kita sendiri. Namun untuk menulis dibutuhkan usaha ekstra dibandingkan hanya membaca, karena kita harus menuangkan ide yang ada dalam pikiran kita menjadi kata-kata. Dan memang disitulah tantangannya. Cobalah dari menulis hal-hal yang sederhana, banyak salah tidak apa-apa, yang penting adalah ORIGINALITAS, karena itu akan menjadi pondasi tulisanmu. Nah sekarang, berani mencoba tantangan ini???   p^.^9

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments2

Whatsupp with 'Ahlan Bikum'?

     Adakah diantara teman-teman yang tau arti dari Ahlan Bikum? Kira-kira kenapa ya kata ini ada di dalam blog ini dengan posisi paling atas dan dengan size font yang lebih besar dari yang lain? Yupz, karena ini adalah ucapan balasan selamat datang dalam bahasa Arab? Eh, kenapa balasan? Kenapa ngga ucapan selamat datangnya aja?


     Dalam bahasa Arab, ucapan selamat datang adalah Ahlan Wa Sahlan, terdiri dari tiga kata. Kata benda  ‘Ahlan’ dari kata ‘ahlun’ artinya keluarga, kata konjungsi  ‘wa’ artinya dan, lalu satu buah kata sifat ‘Sahlan’ dari kata ‘sahlun’ yang bermakna 'mudah'.  Secara umum kata ini digunakan untuk mengungkapkan 'welcome' atau selamat datang. Sebagai pengungkapan : “anda diterima di antara keluarga kami” atau secara simplenya “anggaplah di rumah sendiri”.

     Lanjut lagi tentang “ahlan bikum”, kata ini digunakan sebagai jawaban dari kalimat “ahlan wa sahlan” tsb., karena itu bisa diartikan menjadi 'terima kasih, anda pun juga seperti keluarga bagi kami'. Nah alasan ditulisnya di blog ini yaitu karena ini adalah sebuah pengharapan besar (dari penulis pribadi) jika nanti suatu ketika Rosul saw, sahabat2, malaikat2 dan para pendahulu mengucapkan 'Ahlan wa Sahlan', kita dan orang2 yang kita sayangi menjadi salah satu dari mereka yang mengucapkan 'Ahlan bikum'...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Pindahaan... お引越ししました!

Assalamu'alaikuum...
Met  malam semua.

     Sepertinya saya harus memulai dari awal lagi nih, berhubung sebenarnya sudah pernah punya blog namun blog tersebut sudah dihapus, addres blognya http://nandemonai.blog.friendster.com, mulai dibuat tahun 2008 -memang sih bukan daily blog yang setiap hari or tiap minggu selalu ada post'an baru, tapi ada banyak hal tentang kehidupan (taelaah) yang sudah tertulis disana-. Blog tersebut dihapus dikarenakan Friendster sudah berubah format menjadi website game. Yah namanya juga haratisan, mau diapakan sama pemiliknya kita cuma bisa pasrah aja… 

     Dan alhasil tulisan-tulisan saya waktu itu menjadi lenyap tak berbekas, kenapa? Karena saya sendiri hanya ingat sepersekiannya saja! Ohh mai gaadh!!  #baru sadar kemampuan memori sendiri ya? huhuu TwT

     And I can't let this getting worse.

     Memori-memori yang sudah hilang mau tak mau diikhlaskan saja, mulai sekarang dengan pindahnya ke blogspot ini (yang mudah-mudahan tidak akan dihapus lagi)  mungkin saya harus lebih banyak berbagi cerita or pengalaman (alias lebih banyak nge-post). Sekedar info, nandemonai itu artinya ‘bukan apa-apa’, ‘nothing’ a.k.a ‘Ngga Penting’, tapi ternyata ketika si nandemonai sudah tiada baru sadar deh seberapa pentingnya dia hehe. Sebenarnya pada saat kepopuleran Friendster sudah mulai meredup saya ada feeling untuk segera menge-save, tapi berhubung PPL (praktek lapangan), nyusun skripsi, hingga mulai memasuki dunia kerja, jujur saja saya sudah malas meluangkan waktu untuk menulis atau hanya sekedar blogwalking and ngasi-ngasi comment walhasil baru pada saat-saat ini saya mengetahui kalau blog saya telah hilang. (…menatap langit sambil dengan wajah beleleran air mata kegalauan… eh, kesedihan, eh kebahagiaan, eh kebalikan? makin ngaco kalo diteruskan).

     Oke, opening and flashback-nya cukup sampai disini dulu.
Monggo dilihat-lihat isi blognya, kalau ada masukan dan krikitiiw #eh? maksudnya kritikan boleh dilayangkan lewat komen, karena saya sadar one hundred and thirty twelve percent kalau  tulisan saya masih banyak kekurangannya...  (^.^)v

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0