Powered by Blogger.
RSS

Jus Raw Veggie Versi Pandemi

     Awalnya sebelum pandemi menyerang, saya biasa membuat jus buah dan sayur dalam kondisi tanpa diolah sebelumnya, untuk buah pun sampai setelah pandemi seperti sekarang memang demikian, karena memiliki kulit yang cukup tebal, maka cukup dicuci dengan pencuci buah saja selanjutnya langsung di jus. 

    Namun tidak sama halnya dengan sayur, yang kebanyakan bentuknya daun dan tidak memiliki kulit pelindung. Ketika pandemi datang, akhirnya saya meninggalkan kegiatan ngejus-ngejus raw food. Karena ada kekhawatiran adanya virus yang masih menempel meski sudah dicuci. Asupan vitamin dan mineral didapat dari masakan matang saja. Tapi beberapa bulan ini saya mengalami keluhan sakit perut bawah diluar waktu haid, dan ketika diperiksakan ke dokter, ada massa sebanyak 2 buah dengan diameter 4 cm dan 2 cm yang disinyalir sebagai miom. Sejak saat itulah saya memutuskan untuk memulai lagi membuat jus raw food, juga mengolah jamu sendiri. Nah, berikut ini saya share resep jus sayur yang saya konsumsi.

Bahan - Bahan :

1. Wortel 2 buah

2. Pokcoy 5 lembar

3. Mentimun 2 buah

4. Tomat 1 buah

Cara Membuat :

1. Cuci bersih semua bahan, untuk yang selain daun saya gunakan cairan pembersih, untuk daun saya gunakan air saja.

2. Rebus semua bahan yang telah dicuci selama 2-3 menit saja.

3. Blender sampai halus dan tercampur rata, lalu saring.

4. Tuang ke dalam gelas dan hidangkan.

 

    Perbedaan pengolahan nya hanya terletak pada direbusnya bahan-bahan raw ini selama 2-3 menit saja, dan tidak saya cacah atau iris, untuk menjaga nutrisi dan enzim hidup tidak hilang selama proses perebusan. Toh perebusan dilakukan untuk mematikan virus yang menempel di kulit saja. Setelah meminum jus raw food lagi, tubuh saja langsung bereaksi lebih terasa enak dan air liur yang terasa bening dan terasa agak manis dan segar menjadi indikasi enzim hidup dan nutrisi sudah terserap ke seluruh tubuh. Indikasi kesehatan tubuh yang paling gampang terasa di saya, dirasa dari perubahan rasa air liur biasanya. Saat tubuh sedang tidak bagus nutrisinya, maka air liur pun terasa tidak enak. Sedangkan jika bagus nutrisi yang masuk ke tubuh, maka air liur pun terasa sehat.

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment