Powered by Blogger.
RSS

Buat Jamu Sendiri Yuk

     Situasi pandemi saat ini semakin membuat kita mau tidak mau harus lebih aware terhadap asupan gizi dan nutrisi yang masuk ke tubuh. Selain dengan memakan makanan penuh nutisi yang dibuat oleh sendiri, tak lupa juga kita perlu memakan makanan yang dapat menyehatkan pencernaan, semisal serat alami dan juga minuman herbal. Karena akan kurang maksimal jika makanan bernutrisi yang kita makan tidak dapat diserap tubuh secara optimal karena kondisi pencernaan yang kurang baik. 

    Berikut ini saya sharing jamu buatan saya sendiri, yang saya konsumsi agar pencernaan dapat lebih bekerja dengan baik. Saya memang bukan ahli gizi dan nutrisi, namun sekedar ingin membagikan resep yang saya dapat dari berbagai sumber. Sebelum pandemi beberapa tahun lalu, selesai menyapih saya rutin meminum jamu ini dan melakukan olahraga untuk menurunkan kembali berat badan saya yang megar akibat proses hamil-melahirkan-menyusui, dalam waktu 1 tahun setengah, berat badan saya turun kembali 12kg, hampir menyentuh angka BB sebelum hamil. 

Bahan-bahan :

1. Kunyit 200 gr

2. Kencur 50 gr

3. Jahe 50 gr

4. Kayu manis 2 batang

5. Kapulaga sejumput

6. Cengkeh Sejumput.

7. Air 1 lt dan 500 ml


Cara Pembuatan :

1. Panaskan air 500 ml, setelah mendidih masukkan kayu manis. Tunggu 15 menit sampai warna air berubah kecokelatan dan menyebarkan bau harum manis.



2. Sementara itu blender kunyit, jahe, kencur dengan air 1lt sampai halus.



3. Saat bau harum kayu manis sudah tercium, masukkan bahan yang diblender,dan kapulaga juga cegkehnya.



4. Masak jamu tidak sampai 2 menit agar enzim tidak ikut terbuang, saring dan sajikan. Karena ini menghasilkan 2 botol lebih marjan, stock nya dapat disimpan di lemari es.









  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Rekomendasi Buku Anak Islami Mengenal Allah

    Orang tua pasti menginginkan anaknya untuk dapat tumbuh dengan pemahaman yang baik dan sehat dan tentunya menjadi anak yang solih dan solihah. Dan banyak juga pastinya orang tua yang memupuk pemahaman yang baik pada anaknya dengan bantuan buku-buku anak, karena tentunya cara ini adalah salah satu cara paling efektif orang tua membantu anaknya untuk membentuk kepribadian yang baik karena cerita adalah sarana paling menarik dalam belajar, setidaknya itulah pengalaman keluarga saya saat saya kecil juga yang dirasakan anak saya.  

    Sejak anak masih bayi, saya sudah memborong bermacam-maam produk buku, mulai dari activity book, board book dll. yang sesuai dengan urutan usianya. Semakin anak besar dan bisa semakin memahami sebuah konteks, selain activity book, saya juga selalu membacakan buku cerita yang semakin kompleks. Dalam hal memupuk pendidikan tauhid nya terutama. Sekarang ini banyak sekali macam-macam buku yang menarik dengan bahasan tauhid. Saya berpikir memang konsep tauhid adalah konsep utama saat anak sudah bisa memahami, meski sejak dalam kandungan pun sudah saya ajakan, tentunya saat semakin besar pun tetap saya ajakan juga. Dari sekian banyak buku cerita, ada satu set buku cerita yang paling anak saya sukai. Bentuknya komik dengan cerita petualangan, saking tertariknya anak saya selalu meminta untuk dibaakan buku tersebut ketika sebelum tidur.    
    Nama bukunya adalah Seri Kenal Allah Yuk (SKAY), dalam satu set ada 8 buah buku berbentuk komik. Dalam buku ini ada 2 tokoh utama bernama Pipin dan Ipoipo dan pemeran pendamping yang berbeda-beda di setiap bukunya. Pengajaran tauhid dalam buku ini dikemas dalam sebuah cerita petualangan dan ini yang paling diminati anak saya karena anak saya tipe kinestetik yang senang bergerak dan berpetualang. Kedelapan judul dalam satu set buku ini adalah : 

1. Siapakah Allah
2. Allah ada dimana?
3. Apa saja sifat-sifat Allah?
4. Awas ada thogut!
5. Hewan ciptaan Allah.
6. Tumbuhan ciptaan Allah. 
7. Bumi ciptaan Allah.
8. Manusia ciptaan Allah.

    Di bagian akhir cerita selalu ada game yang sangat cocok dimainkan anak usia PAUD. Kemudian cover belakang buku pun bisa dimainkan sebagai puzzle. Selain belajar tentang ketauhidan, anak juga belajar tentang manusia sebagai mkhluk sosial, akhlak dan adab. Apalagi dalam buku Bumi ciptaan Allah banyak pengetahuan tentang bagian bumi dan negara-negara juga bermacam-macam ras manusia, tentunya didampingi dengan Ayat Al Qur'an yang sangat relevan. Selain seru, buku ini sangat sarat akan ermacam ilmu. Dan saya sangat merekomendasikan buku ini untuk mendampingi setiap anak muslim dan muslimah cilik yang mulai mempertanyakan eksistensi diri dan Pencipta nya, dan juga mulai mempelajari segala hal tentang lingkungannya



.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments4

Jus Raw Veggie Versi Pandemi

     Awalnya sebelum pandemi menyerang, saya biasa membuat jus buah dan sayur dalam kondisi tanpa diolah sebelumnya, untuk buah pun sampai setelah pandemi seperti sekarang memang demikian, karena memiliki kulit yang cukup tebal, maka cukup dicuci dengan pencuci buah saja selanjutnya langsung di jus. 

    Namun tidak sama halnya dengan sayur, yang kebanyakan bentuknya daun dan tidak memiliki kulit pelindung. Ketika pandemi datang, akhirnya saya meninggalkan kegiatan ngejus-ngejus raw food. Karena ada kekhawatiran adanya virus yang masih menempel meski sudah dicuci. Asupan vitamin dan mineral didapat dari masakan matang saja. Tapi beberapa bulan ini saya mengalami keluhan sakit perut bawah diluar waktu haid, dan ketika diperiksakan ke dokter, ada massa sebanyak 2 buah dengan diameter 4 cm dan 2 cm yang disinyalir sebagai miom. Sejak saat itulah saya memutuskan untuk memulai lagi membuat jus raw food, juga mengolah jamu sendiri. Nah, berikut ini saya share resep jus sayur yang saya konsumsi.

Bahan - Bahan :

1. Wortel 2 buah

2. Pokcoy 5 lembar

3. Mentimun 2 buah

4. Tomat 1 buah

Cara Membuat :

1. Cuci bersih semua bahan, untuk yang selain daun saya gunakan cairan pembersih, untuk daun saya gunakan air saja.

2. Rebus semua bahan yang telah dicuci selama 2-3 menit saja.

3. Blender sampai halus dan tercampur rata, lalu saring.

4. Tuang ke dalam gelas dan hidangkan.

 

    Perbedaan pengolahan nya hanya terletak pada direbusnya bahan-bahan raw ini selama 2-3 menit saja, dan tidak saya cacah atau iris, untuk menjaga nutrisi dan enzim hidup tidak hilang selama proses perebusan. Toh perebusan dilakukan untuk mematikan virus yang menempel di kulit saja. Setelah meminum jus raw food lagi, tubuh saja langsung bereaksi lebih terasa enak dan air liur yang terasa bening dan terasa agak manis dan segar menjadi indikasi enzim hidup dan nutrisi sudah terserap ke seluruh tubuh. Indikasi kesehatan tubuh yang paling gampang terasa di saya, dirasa dari perubahan rasa air liur biasanya. Saat tubuh sedang tidak bagus nutrisinya, maka air liur pun terasa tidak enak. Sedangkan jika bagus nutrisi yang masuk ke tubuh, maka air liur pun terasa sehat.

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0