Karena ada beberapa keperluan, si moms mengajak saya belanja ke Tanah Abang. Sebenarnya malas sih, coz lagi musim panas, perjalanan juga jauh dan karena liburan pasti bakalan ramai. Tapi yasudlah akhirnya kita berangkat juga, dengan kopaja keliling kota wkwk.
Tapi beberapa ratus meter dari tempat bertolak, ada sedikit kejadian yang tak mengenakkan body. Jalanan macet, cet, cet dan si sopir tiba-tiba menabrak pembatas jalan bus way, itu tuh batas yang menghalangi antara jalan biasa sama jalur yang khusus bus way. Lalu berjalanlah kopaja kita melenggang di dalam jalur busway. Pantesan tadi kaya'nya kondektur sama sopir kaya ngasih aba-aba ke penumpang, yang sudah terbiasa sih mungkin ngga akan kaget yah. Tapi tetep aja ada rasa khawatir kalau-kalau nanti ketabrak sama transjakarta gimenong? Yang salah kan kopajanya kenapa masuk2 lahan orang, mengganggu jalan orang? Sempet dongkol aja sama sopirnya, tapi begitu saya lihat sebelah kiri saya, mobil pribadi... mobil pribadi... mobil, weeew... sepanjang jalan yang macet itu isinya mobil pribadi semuah! Yah, ngga bisa salahin sopir2 angkot kalaw gini caranya mah. Kalau mereka harus tetap dalam antrian, menunggu dengan setia di belakang, bisa kelar berapa jam? Bisa-bisa sehari ngga kekejar setorannya, trus anak di rumah makan apa?
Setelah bolak-balik jalur biasa-jalur bus way, mengguncang penumpang yang ada didalamnya, akhirnya kopaja ini masuk lagi dalam antrian kemacetan yang tidak begitu panjang. Was-was aja lah tadi bawaannya tapi akhirnya kembali pada jalan yang benar juga. Setelah agak lama berada dalam antrian, akhirnya jalanan jadi lumayan lancar, cuma ketika saya melirik sebelah kanan saya, hell yah... di belakang transjakarta berderet mobil2 pribadi, ikutan masuk ke jalur terlarang!!! What...the...!!? Dalam hati udah berkomat-kamit aja, "Ya Allah semoga diri kami terhindar dari dosa besar sosial seperti yang mereka lakukan, semoga hati kami terhindar dari keinginan yang menimbulkan kutukan karena menyengsarakan banyak orang, semoga pikiran kami terbebas dari ketamakan yang menimbulkan banyak mudharat (yang para pemilik mobil pribadi pun pasti sudah tahu dan sangat mengerti, tapi "selama enak di gue, why not?").
Amin.
Salam,
-selamanya angkoters-
Mobil Pribadi, Ooh... Mobil Pribadi
Review : Momoyama Riri
![]() |
| Momoyama Riri |
Berbanding terbalik dengan Anna, si Riri/Lily ini orangnya superrr heboooh, dimulai dari dandanannya, cara bicaranya and tingkah lakunya. Mungkin semua berasal karena dia adalah anak dari keluarga kaya raya, putri satu-satunya yang sangat dimanja oleh orang tua dan kakak laki-lakinya. Tapi yang jadi masalah utama disini adalah rasa ke-PeDe-an and ke-Ge-Er-annya yang sangat tinggi, dia merasa seakan-akan semua orang tertarik padanya, suka atau nge-fans sama dia. Meskipun bikin sebel setengah mati, tapi jadi kocak juga ngeliatnya. Liat aja nih tampangnya :
![]() |
| eeeh? aa..ta..shii..?? |
Kalau diliat-liat si Riri ini sifatnya sangat mirip dengan Sharpay Evans. Pecinta film musikal produksi Disney, "High School Musical" pasti hafal banget sama tokoh satu ini. Segala-galanya bisa hancur berantakan karena ketamakan dan keegoisannya. Apapun akan dilakukan agar semuanya menjadi miliknya meskipun harus mengkhianati adik kembarnya sendiri, Ryan Evans, dan semua yang ada disekelilingnya harus serba khusus, fabulous and marvelous. Meskipun mirip sifatnya tapi Riri ngga sejahat Sharpay, sebenarnya hatinya baik dan masalah yang rumit ngga akan muncul kalau saja sifat 'serasa', over PD and GR, selalu salah paham-nya ilang. (tapi nanti doramanya bakal ngga kocak kali yach hhe). Yang ngga nyangkanya, tokoh super duper menyebalkan ini diperankan sama Becky, sama sekali ngga nyangka deh, Becky bisa jadi 'ancur' kaya gini wkwk... Jago and total banget meraninnya, sama sekali ngga ada bayang2 Becky-nya.
![]() |
| Sharpay Evans |
Buat yang penasaran, bisa langsung dilihat doramanya di situs2 streaming. Sedikit info nih (spoiler), jangan mengharapkan ending yang terlalu luar biasa. Sama seperti kebanyakan dorama Jepang lainnya. Tipikal ending-nya bukan and ngga akan pernah seperti yang kita harap-harapkan. Ngga akan ada ending seperti Full House, bahagia pada akhirnya dan titik, berhenti sampai situ. Seperti film "Boku To Star No 99 Nichi", yang main memang ada artis Koreanya, Kim Tae Hee dan Ok Taec Yeon (2PM), tapi karena yang bikin orang Jepang, ending-nya pun menjadi kejepangan. Mungkin kalau orang Koreanya yang bikin, dorama itu akan berakhir di episode sebelumnya, mereka jadi menikah dan mungkin akan bahagia selamanya.
Tapi ini dorama Jepang, yang ending-nya mereka akhirnya berpisah dan terus berusaha menggapai mimpinya masing-masing, dan ketika ada waktu libur barulah mereka bertemu. Di film inipun padahal akhirnya ada yang benar2 tulus mencintai dan menerima Riri apa adanya, bahkan melamarnya. Tapi...
Yah, satu hal yang jadi pelajaran buat kita juga. Bahagia (untuk diri sendiri) bukanlah merupakan akhir. Ada kewajiban menjalankan dan mewujudkan apa yang menjadi impian dan tujuan hidup kita. Karena, hidup akan terus dan terus berjalan sampai waktu yang menentukan...
Tomato + Pepino = ???
Another Story of "Ahlan Wa Sahlan"
Dan ’ Ali bin Abi Thalib pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.









